BUKIT SIGUNTANG - PALEMBANG



Terletak di Kelurahan Bukit Lama-Palembang, tempatnya berada pada kontur yang lebih tinggi di banding daerah sekitarnya. Penuh pepohonan yang rindang.

Mulanya sebagai pendatang baru saya mengira itu adalah "taman kota". Padahal ternyata bukan. Lalu tempat apa ini sebenarnya?

Waktu itu saya hanya berniat mampir melihat-lihat saja tanpa tahu isi persis di dalam area sejuk yang luas itu. Digerakkan oleh rasa penasaran, saya masuk ke lokasi tersebut yang ternyata di pintu gerbangnya ada pos keamanan semacam loket karcis masuk. Tapi pada waktu itu saya tidak membayar apa-apa hehehhehehhe..... (mungkin karena terlalu sore maka tidak ada penjaga yang berjaga di situ, entahlah....)

Dengan sepeda motor saya mengelilingi area Bukit siguntang yang ternyata sangat luas, untunglah jalan-nya sudah di aspal. tapi untuk menuju ke bagian "taman" yang lebih dalam, saya harus bejalan kaki. (Alhasil saya parkir motor saya di dekat pos penjagaan tadi.)

Saya kemali menyusuri jalan setapak yang ada, dan tiba-tiba....... syuuuuut, saya terpeleset!! Kondisi di daerah ini sangat bagus, tapi juga lembab hingga jalan-jalan tertentu begitu licin dan berlumut. Ada beberapa bangunan yang dikelilingi kolam air. saya tidak tahu persis apa fungsinya, tapi bangunan-bangunan di kompleks area tersebut bernilai artistik.



Dengan rasa penasaran yang belum hilang saya terus menyusuri Bukit Siguntang ini hingga langkah saya terhenti di suatu tempat yang menjawab semua rasa penasaran saya. Bukit Siguntang ternyata adalah area pemakaman tokoh-tokoh kuno penting yang berkaitan dengan cikal bakal kota Palembang yaitu kerajaan Sriwijaya, antara lain adalah Putri Kembang Dadar, Putri Rambut Selako, Panglima bagus Kuning, Panglima Tuan Junjungan, Panglima Bagus Karang dan Panglima Raja batu Api serta Raja Gentar Alam.


Jadi bisa dikatakan Bukit Siguntang merupakan tempat bersejarah bagi kota Palembang. Nuansa keramat masih terasa di tempat ini, bagus memang tapi terkesan kurang terawat. Bagaimanapun Bukit Siguntang adalah taman purbakala bersejarah yang pantas dikunjungi.



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

MADAKARIPURA


Kali ini saya akan berbagi cerita tentang perjalanan saya ke air terjun Madakaripura.

Lokasi Madakaripura tidak jauh dari Bromo, hanya beberapa kilo saja. Jadi kalau pergi ke Bromo bergaul dengan pasir dan debu, jangan lupa sekalian mampir berbasah-basah dengan air di air terjun ini. Pergi saja ke arah Probolinggo (utara), kalau naik sepeda motorpun tidak sampai menghabiskan waktu 1 jam. Hanya sekitar 5 km dari desa Sukapura

Tidak sulit kalau mau pergi ke Madakaripura. Bagi yang suka naik mobil pun tidak perlu kuatir karena medan-nya sangat bersahabat. Jalan menuju ke Madakaripura sudah di aspal mulus dengan pemandangan pegunungan hijau dan sejuk di sepanjang kiri kanan jalan.

Setelah melewati jalan aspal yang mulus, dan melewati pintu masuk wisata air Madakaripura kita bisa memarkir kendaraan kita di area parkir yang sudah disediakan. Cukup Luas tempat parkirnya.

Dan di tempat parkir inilah biasanya kita dihampiri oleh beberapa penduduk lokal yang menawarkan diri menjadi guide dan menemani perjalanan kita sambil menceritakan sejarah air terjun Madakaripura.


Dari area parkir, kita masih harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki selama sekitar 15-30 menit (tergantung jalan-nya lambat atau cepat). Karena kita masih harus menyeberang sungai sebanyak 3-4 kali. Bagi yang suka dan terbiasa berpetualang, medan-nya memang seru tapi tetap perlu berhati - hati karena banyak bebatuan dan terkadang juga ada longsoran dari tebing-tebing di sekitarnya.

Menurut pengalaman saya jangan terlalu sore kalau turun ke lokasi air terjun kecuali kalau berada dalam rombongan yang "banyak", karena konon tempat ini "wingit", lagipula terlalu sepi dan berbahaya kalau sendirian di tempat seperti ini sore hari.
Konon Patih Gajah Mada dulu menghabiskan sisa hidupnya dengan bersemedi di air tejun ini. Hmmm... makanya disebut "Madakaripura"

Tinggi air terjun Madakaripura adalah sekitar 200 meter dimana air jatuh dari tebing batu yang berbentuk hampir melingkar seperti cerukan. Jadi kalau kita berada di lokasi utama Madakaripura ini kita akan merasa berada di dalam sebuah benteng tinggi tanpa pintu. Indah dan was-was rasanya. Bayangkan kalau ada banjir dan longsor akan sangat bisa kita terjebak di sini.


Sangat perlu mempertimbangkan kondisi cuaca saat kita memutuskan untuk pergi ke tempat ini. Itu pula yang menjadi sebab bahwa pengelola akan menutup tempat wisata ini bagi pengunjung apabila diperkirakan akan ada hujan dan longsor.


Ya, bersenang - senang dan berpetualang memang perlu tapi tetap lebih perlu memperhatikan keselamatan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

SUMBER API ABADI




Madura!! Pulau garam nan eksotik yang terkenal dengan karapan sapi-nya itu ternyata menyimpan pesona yang "misterius" juga.. hehehe


Saya jadi ingat akan perjalanan wisata saya ke pulau-nya "Pak Sakerah" itu beberapa waktu lalu.
Saya penasaran apa saja objek wisata menarik yang ada di pulau Madura selain beberapa pantai-nya dan karapan sapi-nya, karena banyak orang yang pergi ke sana rata-rata hanya menceritakan tentang itu-itu saja.


Perjalanan saya yang penuh dengan rasa penasaran itu membawa saya menemukan SUMBER API ABADI di Madura atau yang di sebut juga dengan "api tak kunjung padam" oleh masyarakat setempat.

Persisnya berada di wilayah Desa Larangan Tokol. Kecamatan Tlanakan - Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Api yang muncul di permukaan sebidang kecil tanah ini tidak pernah padam walaupun diguyur hujan lebat.

Tanah yang muncul apinya ini diberi pagar pembatas dengan posisi membentuk bidang tertentu. Sangat ajaib, apabila tanah di dalam pagar digali, maka api akan membesar namun tidak menjalar ke tanah di luar pagar. Bahkan ketika saya mencoba menggali titik api baru persis di luar pagar, tidak ada api yang muncul. Hmmmm... terjawab sudah mengapa warga tidak khawatir tinggal dekat di sekiar pusat api ini.

Ada satu lagi pemandangan unik yang saya lihat kala itu, ada seorang warga yang dengan sengaja menunjukkan atraksi kecilnya dengan menggali tanah di dalam pagar, sehingga api membesar, lalu menyusun empat buah kayu dan menaruh panci kecil berisi air yang di dalamnya sudah ada dua butir telur mentah. Warga itu berkata, "Sewaktu-waktu Anda bisa merebus telur di sini." Bahkan warga juga sengaja menyediakan jagung mentah dan ayam untuk dibakar di sumber api ini.

Sumber Api Abadi di Pamekasan memang merupakan keajaiban alam yang misterius, karena tidak seorangpun yang mengerti pun tahu bagaimana persisnya sumber api ini bermula. Boleh percaya atau tidak, tapi, ada legenda yang dipercaya warga tentang asal api abadi ini. Yaitu legenda Kiai Moko, seorang sakti dan ternama di Madura. Sebuah penelitian tentang kandungan gas alam atau minyak di lahan sekitar lokasi pernah dilakukan, tapi tidak menemukan apa pun.

Dulu, mungkin orang enggan pergi ke Madura karena harus menempuh antrian di pelabuhan untuk menyeberang dengan kapal feri. Sekarang beda lagi. Semakin mudah rasanya kalau kita mau mengunjungi pulau garam itu dengan menempuh "jalan darat buatan" alias jembatan SURAMADU (Surabaya-Madura) yang juga menyuguhkan pemandangan cantik selat madura di malam hari. Jadi ayo kita ke Madura!!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Resep Asli NASI KRAWU


NASI KRAWU
disebut-sebut sebagai makanan khas dari kota Gresik, Jawa Timur. Dan saya adalah salah satu dari sekian banyak penggemarnya.
Di sekitar saya banyak sekali orang berjualan nasi krawu, mulai dari yang biasa-biasa saja sampai yang paling enak. Biasanya untuk sebungkus nasi krawu, para penjual menawarkan harga mulai dari Rp. 6.000,- sampai Rp. 8.000,- (yang jelas hiasanya harga juga menentukan takaran porsi dan kualitas rasanya).

Nasi krawu ini isi menu sebenarnya sederhana saja, nasi putih, serundeng dari kelapa, sambel dan daging sapi yang di-suwir-suwir. Intinya, kalau mau beli nasi krawu itu gampang dicari. Dia dijual dengan kemasan bungkus daun pisang yang warnanya hijau tua. Tapi ada beberapa orang, khususnya ibu-ibu yang hobi masak lebih ingin mencoba memasaknya sendiri. Katanya sich biar lebih "puas" dan "berasa" gitu dech...



Ini dia nich resepnya ^^, selamat mencoba!!


Bahan :
500 gr daging sapi, dipotong sesuai arah seratnya yaaaa...
500 ml air
1 sdt garam
2 lembar daun salam
1 batang serai, digeprak
200 ml santan kental
¼ butir kelapa setengah tua, diparut memanjang untuk poyah coklatnya
3 lembar daun jeruk purut

Bumbu Halus : 7 butir bawang merah 4 siung bawang putih 2 cm lengkuas (diameter sekitar 2 cm) 3 cm kunyit (diameter sekitar 1.5 cm) 1 sdm ketumbar 5 butir kemiri 1/3 sdt asam jawa 2 sdm gula merah 1½ sdt garam / sesuai selera
Pelengkap :
Nasi putih anget Poyah Kelapa Kuning (bisa juga poyah coklatnya aja) Sambel terasi

Cara olah :
- Masukkan potongan daging, air, garam, bumbu halus, daun salam dan sereh ke dalam panci
presto. Proses selama 15 menit terhitung dari waktu berdesis. Matikan dan diamkan hingga
tekanannya habis.
- Masak sampai air menyusut, bumbu meresap dan daging tambah empuk.
- Tuang santan kental, Masak dengan api kecil dan tutup terbuka sambil sesekali diaduk
sampai kuah mulai menyusut (jangan kuatir kalo dagingnya jadi koyak2, inilah ciri khasnya
Krawu Gresik).
- Tiriskan dagingnya, sisihkan. Sisa kuahnya di campur dengan parutan kelapa setengah tua.
- Taruh parutan kelapa di wajan, tambahkan daun jeruk yang di suwir, Sangrai sambil di aduk2
sampai rata dan meresap, dan kering. Matikan api. Buang daun jeruknya.
- Daging di goreng dalam minyak banyak, jangan terlalu kering.
- Siap disajikan dengan pelengkapnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

CANTIK tapi BERBAHAYA

Untuk kebanyakan orang, cantik itu dalam beberapa hal identik dengan keindahan, jauh dari kesan "galak" dan "berbahaya".

TAPI....... untuk beberapa "jalan" berikut ini selain cantik dari segi pemandangannya, juga sangat berbahaya sebenarnya kalau dilalui tanpa konsentrasi.

Apakah Anda punya nyali untuk melintasinya ??

Guoliang Tunnel Road (China)
Terletak di gunung Taihang propinsi Hunan RRC. Pembangunannya berlangsung selama lima tahun dan dikerjakan oleh penduduk setempat. Panjang 1,2 km, tinggi 5 meter dan lebar 4 meter. Banyak terjadi kecelakaan yang memakan korban selama proses pembangunannya. Jalan yang lebih mirip terowongan ini dibuka pada 1 Mei 1977.


Sichuan-Tibet Highway (China)
Terletak di daerah antara Chengdu dan Tibet. Memiliki kemiringan yang tinggi. Jalan ini terletak persis di tempat yang sering terjadi tanah longsor dan salju longsor, inilah alasan yang menjadikan jalanan ini menjadi sangat
berbahaya.

Stelvio Pass Road Trollstigen (Italy)

Jalan beraspal di sepanjang jalur pegunungan Alpen yang menghubungkan menghubungkan Valtellina dengan bagian atas lembah Adige dan Merano

Jalanan ini terdiri dari 48 kelokan tajam yang indah tapi cukup mampu membuat jantung kita berdebar-debar saat berusaha melaluinya.

Selamat mencoba!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

sejarah TEH Indonesia

TERNYATA.........Pertama kali tanaman teh masuk ke Indonesia pada 1684, berupa biji teh dari Jepang yang dibawa oleh seorang Jerman bernama Andreas Cleyer, dan ditanam sebagai tanaman hias di Jakarta. Kemudian dilakukan penanaman percobaan skala besar di Purwakarta dan di Banyuwangi yang berbuah keberhasilan dan membuka jalan bagi Jacobus Isidorus Loudewijk Levian Jacobson, seorang ahli teh, menaruh landasan bagi usaha perkebunan teh di Jawa.


Pada 1828 masa pemerintahan Gubernur Van Den Bosh, Teh merupakan salah satu tanaman yang harus ditanam rakyat melalui politik Tanam Paksa (Culture Stelsel). Sejak saat itu teh menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan mengalami peningkatan produksi yang sangat pesat. Pada 1835 hasil teh dari Nusantara mulai diangkut ke negeri Belanda sebanyak 200 peti dan pertama kalinya diikutsertakan dalam pelelangan teh di Amsterdam.

Seiring waktu perkebunan teh juga semakin mengalami perluasan dan dikelola dengan serius oleh bapak-bapak penjajah, sekalipun juga mengalami masa pasang surut karenapengaruh perekonomian dunia waktu itu. TAPI....... asal tahu saja, menjelang PD II - perdagangan teh memberikan keuntungan besar bagi kas negeri pemerintah kolonial (berkantor di Amsterdam dan Roterdam).-Terdapat 324 perusahaan (259 perusahaan di Jawa Barat atau 78%). WOW...

Singkat cerita setelah bapak-bapak penjajah pergi perkebunan teh tetap dikelola dengan baik oleh pemerintah Indonesia tercinta dengan segudang liku-likunya. Sekarang semua orang di Indonesia bisa minum teh tanpa harus kerja paksa tanam teh. Bahkan dengan uang IDR 2,500 saja kita sudah bisa menikmati dinginnya es teh yang segar!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

INDONESIA (Berjuta Pesona di Balik Bencana)

INDONESIA 2010. Ketika kita memutar kembali seluruh ingatan tentang Indonesia tahun 2010 pasti tergambar jelas berbagai peristiwa "penting" yang menggangu kehidupan dunia pariwisata, salah satunya adalah peristiwa gunung "batuk".

Kalau di Islandia terjadi letusan Eyjafjallajokull pada April 2010 yang menghentikan lalu lintas udara di sebagian besar Eropa , maka di Indonesia pun terjadi serentetan peristiwa "batuk"nya beberapa gunung berapi terkenal yaitu Sinabung (Karo,Sumatera Utara); Bromo (Jawa Timur); Semeru (Jawa Timur) sebagai gunung tertinggi di pulau Jawa dan Merapi (Jawa Tengah) yang memberikan letusan terhebat tahun ini.

Sebagai gunung berapi teraktif di dunia, Merapi mulai menunjukkan aktivitas seismiknya kisaran akhir September 2010 yang terus berlanjut kemudian meletus pada akhir Oktober 2010 dan menewaskan sedikitnya 28 warga termasuk di dalamnya Mbah Maridjan si juru kunci Merapi. Meletusnya gunung merapi juga secara otomatis melumpuhkan sementara sektor pariwisata dan perekonomian daerah sekitarnya antara lain Daerah Istimewa Yogyakarta (ikon pariwisata budaya Jawa Tengah); Kabubaten Magelang; Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten.
(check this out >> http://www.bbc.co.uk/news/world-asia-pacific)

Selain bencana meletusnya gunung berapi, Indonesia juga mengalami serentetan bencana lain seperti banjir bandang di Wasior (Papua Barat) dan tsunami . Tsunami yang pada 2004 terjadi di Daerah Istimewa Aceh dan pada 2006 di Pangandaran kembali terjadi pada Oktober 2010 di Kepulauan Mentawai (Sumatera Barat) yang memiliki berbagai macam objek wisata budaya, religi, sport kuliner dan sejarah yang menarik.

Banyaknya bencana alam yang melanda Indonesia sekilas memang menciutkan minat wisatawan lokal dan asing untuk berwisata di Indonesia, namun bencana-bencana tersebut seolah tidak berarti apa-apa dibanding dengan "godaan" tempat wisata alternatif sebagai bagian dari berjuta pesona alam Indonesia yang menarik hati. Seperti sederetan daftar yang tidak akan habis dibaca dan sebanyak-banyaknya waktu yang tidak akan pernah cukup untuk menjelajahinya. Yang jelas, apapun yang terjadi.... Indonesia tetap cantik dan menawan.

Taman Nasional Lorentz ditetapkan sebagai Situs Warisan Alam Dunia oleh UNESCO dan Warisan Alam ASEAN oleh negara-negara ASEAN. Taman ini merupakan perwakilan dari ekosistem terlengkap untuk keanekaragaman hayati di Asia Tenggara dan Pasifik. Kawasan ini juga merupakan salah satu dari tiga kawasan di dunia yang memiliki gletser di daerah tropis.

Taman nasional ini memiliki Jenis-jenis satwa yang sudah diidentifikasi sebanyak 630 jenis burung (± 70 % dari burung yang ada di Papua) dan 123 jenis mamalia juga keanekaragaman hayati yang tinggi dan ditunjang keanekaragaman budaya yang mengagumkan. Diperkirakan kebudayaan tersebut berumur 30.000 tahun dan merupakan tempat kediaman suku Nduga, Dani Barat, Amungme, Sempan dan Asmat.

Danau Toba, sebagai danau vulkanik berukuran 100km x 30km yang terletak di Provinsi Sumatera Indonesia adalah danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara dengan keistimewaan adanya Pulau Samosir di tengah danau tersebut.

Diperkirakan Danau Toba terjadi saat ledakan gunung berapi super sekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu yang menyebabkan kematian masal serta kepunahan beberapa spesies. Uniknya, letusan gunung tersebut yang konon jug amerupakan faktor penyebab musnahnya kehidupan di Atlantis.

Bekas letusan membentuk sebuah kaldera yang kemudian terisi oleh air dan sekarang dikenal sebagai Danau Toba. Tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar menyebabkan munculnya Pulau Samosir.

Sungai Musi, merupakan sungai terpanjang di Pulau Sumatera dengan panjang sekitar 750km membelah Kota Palembang menjadi dua bagian yaitu Seberang Ulu dan Seberang Ilir.

Sungai Musi yang sejak dulu telah menjadi urat nadi perekonomian di Kota Palembang dan Provinsi Sumatera Selatan memiliki banyak objek wisata di sepanjang tepiannya yang masing-masing objeknya memiliki nilai historis, antara lain Jembatan Ampera, Benteng Kuto Besak, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Pulau Kemaro, Pasar 16 Ilir, Rumah Rakit, kilang minyak Pertamina, pabrik pupuk PUSRI, pantai Bagus Kuning, Jembatan Musi II, Masjid Al Munawar.

Sangat menyenangkan kalau kita mengunjungi sungai Musi, apalagi kalau kita hobi memancing. Memancing di sungai Musi sangat mengesankan kalau dilakukan di malam hari karena kita juga bisa melihat kerlip lampu-lampu jembatan Ampera dan sekitarnya yang sengaja dibuat menarik.

(bersambung)

















  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS